Search Anything

Sabtu, 25 Juli 2009

Kapok Nguping...

ANJING MENGGONGGONG, BUKAN MENGEONG

Kemarin, tgl 21 juli’09, gue lagi semangat-semangatnya kerja, jarum paling pendek di jam kantor yang nemplok didinding tepat dimuka gue, berada di angka tiga. Tiba-tiba terdengar ada isu teror bom digedung sebelah. Wisma bakrie 2, di kuningan. Seluruh penghuni gedung tersebut disuruh keluar dan meninggal kan area kantor. Gue yang lagi berada di dekat gedung yang di terror itu, buru-buru untuk cepat-cepat pulang. Waktu di lift, gue mikir sambil garuk2 jidat gue, mau pulang naek busway atau kopaja yah?? Berhubung halte busway berada dekat gedung yang di terror tersebut, dan gue harus ngelewatinya, gue urungkan niat gue utk naek busway. Akhirnya gue memilih menyeberangi jalan utk menunggu kopaja ke arah kost gue.

Gue udah berada di seberang kantor gue, tepat di depan gedung KPK yang berseberangan dengan gedung wisma bakrie. Waktu itu keadaannya penuh dengan orang-orang. Rata-rata pada panik. Gue pun tak kalah ikut-ikutan panik. Pasang muka panik dan ikut berlarian, lari-lari di tempat maksudnya. Hehehehehe...

Disebelah gue ada dua orang yang udah lumayan berumur menurut gue. Perkiraan gue sih usia mereka sekitar 40 – 45 taon lah. Mereka melihat keadaan gedung yang di teror itu dari seberang, masih dengan gerobak dagangan dorong mereka. Gue lihat mulut mereka seperti ikan koi yang lagi mangap-nutup-mangap-nutup.
Gue pikir, mereka pasti lagi ngobrol deh. Siap-siap gue pasang telinga gue untuk nguping. Kali aja mereka banyak tau tentang berita terror bom ini.

Bener aja, mereka sedang berdialog. Begini pembicaraan mereka..

Bapak pertama : “ wahh….seperti nya banyak tuh bom nya. Lihat aja tuh, polisi yang datang aja rame banget. Ada Tim Begono nya tuh. “

Bapak Kedua : “ bukan begono, tapi Pegisono.”

Dalam ati gue “yaelah, sama aja lagee..sama2 ngaco. “

Karena diantara mereka sama-sama merasa saling benar, bapak kedua berinisiatif untuk bertanya padaku yang lagi ngupil..ehh….nguping sambil garuk-garuk kepala.

Bapak kedua : “Dek, itu Tim yang utk bom-bom itu kan? Namanya Tim PEGISONO kan? “ Tanya nya padaku sambil menunjuk kearah mobil polisi yang berada di gedung yang sedang di terror.

Gue : “ oh.. yang itu pak? Namanya bukan Tim Pegisono, yang bener itu tim Gegana. “
Dengan serentak, kedua bapak tersebut berkata “ oooooo…” seperti koor aja mereka ini, pikir ku.

Lalu…
Bapak pertama : “ Tim Gegana itu, tim apaan ya dek ? “

Gue : “ itu Tim untuk menemukan dan menjinakkan bom “

Mereka koor lagi “oooooo…” sambil ngangguk-ngangguk sok paham.

Bapak kedua : “ tu..tu..tuu…anjing mereka ikut juga. Ngapain anjing itu dibawa-bawa ya dek?”

Gue yang masih setia menemani, menjawab : “oh…itu namanya anjing pelacak pak.”

Bapak kedua : “bisa bantu ngelacak apa anjing itu ya dek? Melacak siapa yg bawa bom dan lagi ngumpet di lantai berapa, gitu kali ya?”.

Gue : “bukan pak. utk sementara, ngelacak bom nya disembunyiin dimana. “

Terdengar suara koor lagi…”oooooo”.

Trus, setelah selesai koor, si bapak pertama menatapku. Bola matanya begerak-gerak, ngeliat dari atas kepalaku sampe mata kaki ku yang sedikit kapalan. Lumayan lama dia menatap ku, bernafsu penuh, ntah nafsu birahi ntah nafsu birpletok.

Dengan nada sedikit dipaksa lembut, si bapak pertama itu bertanya lagi dengan ku. Katanya begini,

“ gak ikut bantu ngelacak dek? ”

( Plaaaakkkk )

Gubrak dah. Dia kira aku ini sejenis anjing pelacak itu apa? Dasarrrr…. Emang sih muncung ku ini gak sedikit majunya, banyak !! Tapi kan bukan untuk mengendus. Dengan wajah yang kutekuk dan bibir semakin kumonyong2i, aku segera meninggal kan tempat itu. Hhhh…. Emangnya aku mirip apa yak???!!... cakep bangetttt